Dua Tahun Teror Bakar dan Penembakan Belum Terungkap Warga Kian Cemas

banner 468x60

AIR UPAS – Teror pembakaran rumah tinggal dan pondok sawit kembali terjadi di wilayah Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.

Kejadian berulang sejak tahun 2025 tersebut menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat, hingga hari ini menurut Kepala Desa Air Upas, Agus Purwanto sudah terjadi 18 kasus yang sama belum terungkap.

Gambar; Korban sempat syok dan diberi minum oleh keluarga 

“Sejak tahun 2025 sedikitnya 18 bangunan berupa pondok sawit dan rumah tinggal di Dusun Petuakan dan sekitarnya telah menjadi korban pembakaran dan penembakan warga sekira 5 kasus hingga hari ini belum terungkap,” sebutnya.

Dikatakannya, tahun 2026 ini saja peristiwa berùntun terjadi. Pertama terjadi pada 2 Januari 2026 malam, pembakaran pondok sawit milik warga bernama Ali di Dusun Kalibambang (Ibul), tepatnya di jalur hauling arah Ibul–Air Durian.
Kejadian serupa kembali terjadi pada 8 Januari 2026, sekira pukul 19.00 WIB, di Dusun Petuakan, Kampung/Dukuh Penampaan. Kali ini, pondok sawit milik Bujung menjadi sasaran pembakaran oleh orang tidak dikenal.
Selanjutnya, pada 10 Januari 2026, peristiwa pembakaran kembali terjadi di Dusun Petuakan. Sebuah rumah tinggal milik Komar, warga Sungai Dabu Estate (SDE) yang berada di area Putih Arai Blok C, dilaporkan dibakar.

“Dalam kejadian tersebut, korban berada di dalam rumah dan terjadi adu fisik dengan pelaku yang diduga membawa senjata angin. Korban mengalami luka tembak di tangan kiri, sementara pelaku melarikan diri. Rumah korban dilaporkan hangus terbakar. Pelaku diduga lebih dari satu orang, diperkirakan berjumlah tiga orang,” terangnya.

Dijelaskannya pula, rentetan kejadian tersebut membuat warga hidup dalam kecemasan, terutama petani sawit dan karyawan perusahaan yang beraktivitas di wilayah tersebut.
Agus mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta aktif memberikan informasi kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Identitas masyarakat yang memberikan informasi dipastikan akan dilindungi.

“Pemerintah desa juga berharap Polri dan TNI dapat meningkatkan pengamanan dan segera mengungkap serta menangkap pelaku agar situasi keamanan di Desa Air Upas kembali kondusif,” tutupnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Air Upas, Andreas Candra meminta keseriusan Aparat Penegak Hukum khususnya Polsek Marau dan Polsub Air Upas segera mengungkap dan melakukan investigasi.  Pemuda siap menjadi mitra kepolisian jika diperlukan dalam upaya mengungkap kasus ini.

“Kami pemuda Air Upas mendesak pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini, jangan berlarut sehingga terkesan tidak serius karena sudah sangat lama dan sudah banyak korban. Secara psikologis warga mengalami ketakutan untuk beraktivitas keluar. Jika dibutuhkan Sebagai pemuda kami siap menjadi mitra kepolisuan dalam mengungkap kasus ini,” tegasnya.

jansen

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *